Rabu, 13 Januari 2021

Sejarah Saung Kopeling 2020

 

Sejarah Saung Kopeling 2020



      Saung Kopeling adalah usaha ternak yang menjual lele dan pakannya, saung kopeling didirikan oleh Pak Dani pada bulan februari 2020 bertempat di jalan Pangeran Kejaksan No 5 Gang flamboyan 8 , usaha ini diurus oleh anggota karang taruna,  pada awalnya usaha ini hanya bermodal Rp. 250.0000 namun dengan kerja keras pak dani dan anggota lainnya usaha ini mulai berkembang.

       Meskipun baru berdiri kurang 1 tahun saung kopeling bisa dibilang sudah mulai berkembang dengan omset rata-rata 1.5 juta untuk tiap kali panen atau biasa panen 2 minggu 1 kali. Lele di Saung Kopeling merupakan lele dengan kualitas baik karena disini tiap minggu menggati/menguras air kolam lelenya dan memberi makan Dedek organik sehingga lele disini kesehatan dan kualitasnnya terjamin.

Ikan Lele Sangkuriang

      

          Ikan lele Sangkuriang ini tidak memiliki banyak perbedaan dengan lele Dumbo. Lele Sangkuriang merupakan Hasil Persilangan dari induk lele Dumbo. Bentuk tubuh ikan lele memanjang, berkulit licin, berlendir, dan tidak berisik. Bentuk kepala menggepeng dengan mulut lebar. Ikan ini memiliki 3 sirip tunggal yaitu sirip punggung, sirip ekor, dan sirip dubur. 
  
        Pada sirip dada terdapat patil atau Duri keras yg dapat digunakan untuk mempertahankan diri dan untuk berjalan di permukaan tanah.

Alat - Alat Pengolahan Pakan Organik


        Alat - alat yang dibutuhkan untuk pengolahan pakan lele secara organik, diantara lain yaitu :
        1. Drum besar / Tong Ember Besar
        2. Sekop Tangan 
        3. mesin Pencetak pelet ikan Lele 

Iklan Saung Kopeling Lele

 


        Ada banyak cara untuk melakukan iklan promosi Lele, seperti media online dengan contoh melalukan promosi secara online menggunakan Web, WhatsApp, Instagram, Facebook, DLL. Dan media offline seperti memasang famflet, menyebar brosur, dan penjualan secara langsung ditempat atau dipasar.

        Melakukan iklan melalui media sosial adalah cara paling efektif dizaman era modern seperti sekarang ini, karena hampir semua orang menggunakan dan mengakses jejaring sosial dengan tak kenal waktu. 

        Dengan mengunggah postingan produk yang akan dijual ke media sosial, kita sebagai penjual bisa menghemat biaya iklan, karena mengunggah iklan melalui media sosial tidak dipungut biaya sama sekali. Dan iklan kita bisa dilihat dan diakses oleh semua orang.

      Jika kita memiliki kenalan restauran atau rumah makan dengan menu Ikan Lele, kita sebagai penjual bisa menjadi sponsor atau pemasok dalam kegiatan penjualan tersebut dengan harga yang jauh relatif lebih murah. Selain itu, kita sebagai penjual lele akan mendapat keuntungan lebih karena produk lele kita lebih dikenal orang lebih banyak.

        Dengan melakulan iklan melalui online dan offline kita bisa mendapatkan reseller dan membuka jasa dropshipper. Tentu saja mereka yang terdaftar sebagai reseller dan dropshipper akan mendapatkan harga yang jauh relatif lebih miring dibanding dengan pembeli biasa.

Selasa, 12 Januari 2021

Butuh Uang tambahan? Yuk Mulai Bisnis Lele dari sekarang~! Ini yang perlu kalian siapkan!

     




    Ternak lele merupakan bisnis dengan peluang cukup besar dengan omset yang lumayan, untuk memulai bisnis ternak lele ada beberapa faktor yang harus kita pentingkan :

    1. Tempat budidaya.

    2. Jenis lele yang akan kita jual.

    3. Jenis pakan yang akan berikan.

  • Langkah-langkah memulai bisnis ikan lele dari tahap pra-produksi sampai pasca produksi ;

        1. Persiapkan Kolam Lele

            Hal pertama sebelum memulai bisnis budidaya atau ternak lele adalah menyediakan kolam. Kolam ini dapat berbentuk tanah, terpal maupun semen. Pastikan kolam yang Anda buat memiliki ukuran yang besar sehingga mengurangi risiko ikan lele mati karena kekurangan oksigen.

            Sebelum melakukan pengisian kolam, pastikan air yang diisi diberi cukup jarak sehingga ikan lele tidak kepanasan. Jika yang Anda gunakan adalah kolam dari bahan sintetis seperti terpal, serat atau semen pastikan Anda bersihkan terlebih dahulu menggunakan sabun setelah itu oles media kolam dengan irisan daun pepaya dan singkong agar bau dari media kolam hilang.

            Setelah proses pengisian kolam, Anda juga harus menunggu beberapa hari sebelum menebar bibit lele ke dalam kolam karena Anda harus menunggu proses pembentukan lumut dan fitoplankton yang dapat menetralkan air kolam agar tidak mudah keruh.

        2. Pilihlah Bibit Unggul 

            Dalam pemilihan bibit pun Anda tidak boleh asal. Anda harus memilih bibit lele unggul yang lebih sulit terserang penyakit, sehat, dan lebih besar. Bibit ikan lele yang unggul akan lebih gesit dan agresif saat pemberian makan, ukuran lele terlihat sama serta warna sedikit lebih terang

        3. Pisahkan Lele Ukuran Besar & Kecil

            Ikan lele merupakan jenis ikan kanibal atau suka memakan sesama jenis. Jadi untuk menghindari risiko kematian pada ikan lele, Anda dapat memisahkan ikan lele yang berukuran besar dengan ikan lele yang berukuran kecil. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir jika ikan lele saling memakan satu sama lain.

        4. Perhatikan Proses Penebaran Bibit

            Selain memilih bibit ikan lele, Anda juga harus memerhatikan cara menyebarkan benih iklan lele. Cara menebar bibit yang baik adalah meletakkan wadah bibit pada kolam selama 15 menit hingga 30 menit dengan keadaan miring. Hal ini bertujuan agar bibit ikan lele dapat beradaptasi sendiri dan tidak stres. Kolam untuk bibit juga dibuat terpisah. Kolam bibit biasanya lebih dangkal daripada kolam ikan lele dewasa. hal ini bertujuan agar bibit dapat dengan mudah menjangkau pakan dan pernafasan. Dalam penebaran benih, akan lebih baik jika Anda lakukan di pagi atau malam hari karena waktu tersebut ikan lele cenderung lebih tenang.

        5. Sortir Ikan Lele

            Setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran menggunakan bak untuk memisahkan lele berukuran besar dan kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari ikan lele kecil dari kekurangan makanan karena kalah cepat dengan lele berukuran besar. Jika tidak dipisahkan, ikan lele ukuran kecil akan lambat dalam pertumbuhannya serta dapat mengurangi risiko ikan lele besar memangsa ikan lele kecil.

        6. Perhatikan Pakan Lele

            Biasanya, ikan lele harus diberikan makan tiga kali sehari yaitu pukul 7 pagi, 5 sore dan 10 malam. Jika Anda menemukan ikan lele aktif dan mendorongkan kepalanya, Anda bisa memberikan waktu makan tambahan. Dalam proses pakan budidaya lele, Anda dapat menggunakan pakan jenis sentrat 781-1 yang didalamnya mengandung nutrisi yang dibutuhkan lele, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral.

  • Dalam pemberian pakan, Anda juga tidak boleh melakukannya secara berlebih karena hanya dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat pakan yang mengendap dan tidak termakan oleh lele.

        1. Pencegahan Hama & Penyakit

            Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang memengaruhi jumlah produksi menurun sehingga mempersulit keberhasilan budidaya lele. Untuk pencegahan hama, Anda dapat menggunakan penghalang agar tidak ada hewan liar yang masuk ke dalam kolam. Untuk menghindari penyakit, Anda dapat memberikan obat-obatan yang tersedia di toko perikanan.

        2. Proses Panen

            Ikan lele biasanya sudah dapat dipanen setelah 3 bulan semenjak bibit lele disebar. Proses panen ikan lele dapat dapat dilakukan dengan menyortir ikan yang layak dikonsumsi atau telah memiliki ukuran 4-7 ekor per kilogram atau sesuai dengan keinginan pembeli.

        3. Pasca Produksi

            Sebelum Anda menebar bibit baru, ada baiknya untuk membersihkan kolam untuk mengurangi kotoran atau sisa makanan ikan lele sebelumnya. Dengan membersihkan kolam, Anda juga dapat mengetahui apakah masih ada ikan lele yang tertinggal karena jika masih ada ikan di dalam kolam dan Anda telah menebar bibit baru, maka bibit lele baru akan habis di makan ikan lele yang siap panen tersebut.

        4. Pemasaran dan Promosi Ikan Lele

            Anda dapat menjual dengan harga per kilogram ke warung-warung makanan. Jika kualitas lele Anda sudah baik, Anda akan menjadi pemasok ikan lele terhadap warung-warung makan tersebut. Anda juga dapat mempromosikan hasil budaya ikan lele kepada keluarga, saudara, tetangga dan teman Anda. Gunakan juga digital marketing agar usaha Anda semakin berkembang.

 

 

 

 

Lele saungkopeling



     Lele saungkopeling sangat beda dengan lele lainnya, dari segi pemeliharaan dan sandang pangan sangatlah higeinis. Pakan lele saungkopeling adalah pelet dan limbah organik yang bisa membuat daging lele sangatlah enak dan renyah. Lele saungkopeling ini sangat beda dengan peternak - peternak lele lainnya seperti sang peternak yang ramah selalu melayani dengan baik dan sesuka hati.



Target pemasaran ikan lele

 Ada banyak sekali target pemasaran yang kiranya dapat anda gunakan untuk usaha ikan lele ini. seperti menjualnya sendiri dengan harga per kilogram(Kg) atau dengan menjualnya pada warung-warung makanan penyetan serta lalapan.

Anda akan menjadi pemasok untuk kebutuhan ikan lele, bahkan jika anda memiliki relasi yang memiliki restaurant dan memilih ikan lele sebagai menunya, perlu anda coba untuk berpeluang lebih.

Selain itu, daya kreatif juga mampu mendulang sesuatu yang istimewa. Ikan lele juga dapat anda olah menjadi makanan, contoh dekatnya adalah abon lele yang sudah banyak didengar masyarakat namun belum banyak yang menginginkan berpeluang usaha dalam bidang tersebut. Karena kebanyakan orang memilih mengolah abon dari ayam serta sapi. Jadi, ini akan memberikan peluang lebih bagi anda yang mau kreatif.