Rabu, 13 Januari 2021

Waktu yang Pas dalam Pemberian Pakan Lele

Waktu yang Pas dalam Pemberian Pakan Lele

Diperlukan metode pemberian pakan lele yang tepat agar produksi ikan tetap optimal dan efisiensi pakan terkontrol. Memperhatikan waktu yang pas dalam pemberian pakan lele juga harus dilakukan oleh pembudidaya, agar bobot lele optimal dan terhindar dari penyakit. 

 

Ikan lele harus diberi makan setiap hari. Pemberian pakan jangan melebihi dari apa yang dibutuhkan ikan di kolam, supaya kualitas air tidak rusak. Frekuensi pemberian pakan harian sebaiknya 4-6 kali sehari, dengan interval waktu minimal 2-4 jam.

pakan lelepakan lele
 

Apabila ikan lele diberikan pakan 4 kali sehari, maka waktu pemberiannya berturut-turut adalah pukul 09.00-13.00-17.00-21.00.

 

Sedangkan waktu pemberian pakan lele enam kali sehari adalah pada pukul 09.00-12.00-15.00-17.00-19.00-21.00.

 

Memberi makan ikan lele pada pagi hari dilakukan ketika kondisi suhu mulai hangat. Ikan lele yang diberikan makan terlalu pagi dapat berakibat terkena radang insang. Selain itu, pada kondisi suhu air agak hangat sekitar 21 derajat Celsius, konsumsi ikan lele terhadap pakan menjadi lebih baik. 

 

Dalam kondisi cuaca ekstrim semisal hujan deras, pemberian pakan perlu sedikit dikurangi atau dihentikan sementara. Karena ketika suhu air turun ekstrim, lele biasanya berhenti makan.  

 

Hal lain yang patut diperhatikan adalah, hindari mengobok-obok kolam setelah ikan lele menghabiskan pakan atau saat lele makan. Karena mengobok-obok kolam dapat membuat lele stres sehingga memuntahkan makanan yang menjadi sumber timbulnya amoniak dalam kolam.  

 

Pakan ikan lele harus memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Pakan lele harus mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Protein berfungsi sebagai sumber energi utama. Jenis ikan karnivora semacam lele butuh protein tinggi, yaitu lebih dari 35 % dari berat pakan.

 

Standar pakan lele yang baik harus memenuhi Feed Conversion Ratio/FCR >1 (rasio pemberian pakan dengan penambahan bobot tubuh kurang dari satu). Yaitu setiap pemberian pakan sebanyak 1 kg akan menambah bobot tubuh lele sebanyak 1 kg. Semakin kecil rasio FCR, semakin baik pakannya.

Pencegahan penyakit terhadap ikan lele




Salah satu penyebab terjadinya ikan lele memiliki penyakit yaitu karna peternakan yang tidak higenis,bahan pakan ikan yg asal-asalan,sehingga menyebabkan ikan menjadi berpenyakit,apabila ikan lele tersebut memiliki penyakit itu berdampak buruk bagi ikan lele lainnya,dan akan mengalami kerugian bagi si peternak tersebut,nah untuk itu cara mencegahnya yaitu dengan cara harus rajin menguras kolam ikan agar tampak bersih dan terhindar dari bakteri,dan untuk mengkonsumsi bahan pakan ikan harus sesuai jangan asal-asalan.

Kualitas air kolam lele




Kualitas yang digunakan untuk ikan lele itu harus benar benar bersih,harus lebih sering di kuras agar tidak terlihat kotor,karna air dalam kolam juga memiliki pengaruh buruk terhadap ikan jika air tersebut kotor,apabila air kolam tersebut kotor maka bakteri yang ada pada air kolam itu akan menempel pada ikan lele

Pasca panen

 

Sebelum menebar bibit baru, ada baiknya untuk membersihkan kolam untuk mengurangi kotoran atau sisa makanan ikan lele sebelumnya. Dengan membersihkan kolam, kamu juga dapat mengetahui apakah masih ada ikan lele yang tertinggal karena jika masih ada ikan di dalam kolam dan kamu menebar bibit baru, maka bibit lele baru akan habis di makan ikan lele yang siap panen tersebut.

Apa Saja Keuntungan Dalam Budidaya Ikan Lele, Yuk Cari Tau!


Keuntungan Dalam Budidaya Ikan Lele : 

1. Kemudahan dalam membudidayakannya
Budidaya ikan lele merupakan usaha dengan modal yang cenderung kecil. Selain benihnya yang murah, ikan lele dapat diternak dengan hanya menggunakan kolam terpal.

Ikan lele dikenal mempunyai daya tahan yang tinggi, ikan ini mampu hidup dengan area yang mempunyai kepadatan tinggi.

Artinya dalam satu kolam terdapat banyak ikan lele yang hidup berdesakan. Tentu saja hal ini yang menyebabkan ternak lele merupakan hal yang mudah dan dapat meraup banyak keuntungan.

2. Merupakan ikan favorit masyarakat
Tidak diragukan lagi, bahwa lele mempunyai cita rasa gurih yang sangat khas. Dagingnya yang padat dan lembut, membuat ikan ini menjadi salah satu ikan andalan yang disajikan di berbagai meja makan orang-orang.

Kandungan protein yang cukup tinggi ini juga menjadi salah satu alasan mengapa ikan lele begitu digemari. Kehadiran ikan lele sama hal nya serti daging ikan atau daging sapi yang sekarang menjadi kebutuhan utama. Dengan demikian, permintaan akan ikan lele selalu ada untuk setiap harinya.

3. Usaha pecel lele yang bertebaran
Siapa yang tidak kenal mengenai menu pecel lele. Hampir di seluruh pelosok nusantara, setiap daerah terdapat warung makan yang menyediakan menu lezat ini. Pedagang pecel lelepun menjadi target utama para pembudidaya ikan lele.

Modal Kecil, Cara Mudah, Untung Besar

 

Salah satu alasan banyak orang memilih usaha budidaya lele adalah karena hanya membutuhkan modal yang kecil. Hal ini bisa dibuktikan dengan hitungan biaya yang dibutuhkan untuk membeli keperluan proses mengembangbiakkan lele hingga biaya operasional bisnis setiap bulannya. Keseluruhan biaya tersebut jika ditotal hanya berkisar Rp 2 juta saja.

Sebagai contoh, dalam memulai usaha budidaya lele, kamu akan membutuhkan 2 buah terpal ukuran besar seharga sekitar Rp 600,000. Untuk kerangka kolamnya, kamu bisa menggunakan bahan bambu yang kuat dengan harga kurang lebih Rp 300,000. Ditambah paku serta keperluan lainnya, mungkin dibutuhkan Rp 50,000, sehingga total biaya yang dibutuhkan untuk membuat kolam ikan lele menjadi Rp 950,000.

Untuk kebutuhan operasional, tiga hal yang wajib untuk disiapkan setiap bulannya adalah :

  1. Bibit : Bibit ikan lele sebanyak 2000 ekor, biasanya dibanderol dengan harga Rp 500,000.
  2. Pakan : Biaya untuk pakan berkisar Rp 500,000 setiap bulannya.
  3. Vitamin dan Obat : Berguna untuk menunjang pertumbuhan ikan lele, total biayanya sekitar Rp 100,000.

Dengan demikian, total biaya bulanan budidaya ikan lele adalah Rp 1.1 juta. Sehingga, total keseluruhan modal yang dibutuhkan untuk menjadi pebisnis ternak lele adalah Rp 2,050,000.

Pengeluaran untuk pembuatan kolam hanya dilakukan di awal usaha saja. Saat sudah memasuki masa panen kedua, kamu hanya perlu mengeluarkan uang untuk biaya operasional saja.


Kesulitan yang Biasa Dialami Dalam Budidaya Ikan Lele

 

Meski memiliki banyak kelebihan dibanding ternak ikan jenis lainnya, ada beberapa hal yang harus diwaspadai peternak yaitu :

1. Kenaikan Biaya Pakan Ikan

Biaya kebutuhan pakan ikan yang bisa saja naik sewaktu-waktu. Jika biaya operasional bisnis naik, sudah pasti keuntungan yang akan didapatkan nanti juga akan menurun.

2. Ancaman Hama dan Penyakit dari Lingkungan Sekitar

Ikan lele memang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, namun, bukan berarti ikan ini tidak bisa terkena hama dan penyakit. Virus, jamur, serta bakteri pun dapat membuat pertumbuhan ikan lele menjadi tidak maksimal, atau bahkan gagal panen. Untuk itu, usahakan untuk selalu memantau kondisi air kolam dan lingkungan sekitar.